Selasa, 15 Februari 2011

TAFSIR SURAT AL-BAQARAH AYAT 177


Menurut tafsir Ibnu Katsir : di Surat AL-Baqoroh ayat 177 ini terdapat 3 Konsep Kebaikan, dimana bila ke tiga konsep ini terrelisasikan maka InsyaAllah kita termasuk golongan Mu’minin dan Muttaqin yang Haq (Benar-benar beriman dan bertaqwa).

Tiga Konsep Kebaikan :

  1. Al-Birru Fil ‘Aqidah
  2. Al-birru Fil ‘Ibadah
  3. Al-Birru Fil Akhlaq

A.          Al-Birru Fil ‘Aqidah

Di dalam konsep Al-Birru Fil ‘Aqidah ini ada beberapa factor Aqidah yang harus terpenuhi yaitu :
1)            ‘Aqidah Uluhiyyah

‘Aqidah Uluhiyyah yaitu ‘aqidah tentang ketuhanan dimana dalam kategori aqidah ini di bahas tentang sifat-sifat Allah dan sifat-sipat Rosul.

Sifat-sifat Allah terbagi menjadi tiga, yaitu:
                                                                               I.      Sifat yang Wajib bagi Allah
                                                                            II.      Sifat yang Mustahil bagi Allah
                                                                         III.      Sifat yang Jaiz bagi Allah


2)            ‘Aqidah Nabawiyyah

‘Aqidah Nabawiyyah yaitu Aqidah tentang Rosul dan Nabi, pada kategori aqidah Nabawiyyah ini juga di bahas tentang sifat-sifat bagi risul untuk di jadikan cerminan dan suri tauladan yang baik

Sifat-sifat Rosul trbagi menjadi tiga, yaitu:
                                                                               I.      Sifat yang wajib bagi Rosul
                                                                            II.      Sifat yang mustahil bagi Rosul
                                                                         III.      Sifat yang jaiz bagi Rosul

3)            ‘Aqidah Sam’iyyah

‘Aqidah sam’iyyah yaitu aqidah yang berisikan keterangan tentang makhluk ciptaan Allah yang lainnya yang ghaib dan tidfak bisa terlihat dengan mata telanjang, dan juga tentang Surga (Jannah), Neraka (Naarun), ‘Arsy dan Sbg.

ü  Iamn kepada Allah
ü  Iman kepada hari kiamat
ü  Iman kepada malaikat
ü  Iman kepada kitab-kitab
ü  Iman kepada rosul-rosul (nabi)
ü  Iman kepada Qodo dan Qodar

Ini semua termasuk pada Aqidah yang tiga ini dan di rangkum dalam ‘Aqoid Iman.

B.           Al-Birru Fil ‘Ibadah

Pengertian Ibadah menurut bahasa (Etimologi) adalah: merendahkan diri serta tunduk.
Sedangkan menurut syara (terminology) adalah: Sebutan mencakup seluruh apa yang di cintai dan di ridhoi Allah Azza Wajalla baik berupa ucapan atau perbuatan, yang zhahir ataupun yang batin.

Dikutif dari sebuah komunitas di internet yaitu DUDUNG.NET Menurut Ustdz Yazid Bin Abdul Qodir jawas Ibadah terbagi menjadi tiga kategori, yaitu:

ü   Ibadah hati
ü   Ibadah lisan
ü   Ibadah badan

Menurut para ulama ibadah itu di bagi menjadi dua, yaitu :

ü   Ibadah mahdoh (langsung)
ü   Ibadah Goirumahdoh (tidak langsung)

§  Sodaqoh adalah tindakan ibadah goiru mahdoh dan tindakan ibadah badan.
§  Memerdekakan Hamba sahaya
§  Solat
§  Zakat

C.          Al-Birru Fil Akhlaq

Akhlaq adalah tingkah laku, tindak tanduk seseorang
Akhlaq ter bagi menjadi dua, yaitu:
o   Akhlaq Mahmudah (akhlaq baik)
o   Akhlaq madzmumah (akhlaq jelek)

§  Menepati janji adalah perilaku yang mencerminkan orang yang ber akhlaq baik yaitu akhlaq mahmudah. Karena sebaliknya jika kita berjanji kemudian kita mengingkari janji tersebut maka kita ter masuk orang yang munafik.

Sebagai mana Rosulullah SAW ber sabda:


Artinya: cirri-ciri orang munafik ada tiga, yaitu :
1.      Apabila berbicara suka bohong
2.      Apabila berjanji suka ingkar
3.      Apabila dipercaya suka hianat
 
§  Bersabar dalam keadaan apapun walau itu dalam keadaan sempit, menderita dan dalam keadaan perang sekalipun kita harus sabar, karena “ Sesungguhnya Allah bersama orang yang sabar” dan Allah tidak akan memberikan cobaan kepada hambanya diatas kemampuannya.

Semua kesulitan dan kesempitan yang kita alami itu semua bisa kita atasi jika syariat dan doanya maksimal.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar